PELAJARAN PAI KELAS 4 B BAB 1 HURUF HIJAIYAH (SENIN 27/07/2026)
✍️ Tahfidz Al-Qur'an: Huruf Hijaiyah Bersambung 📖
| Nama Guru | : Ani Jailani, M.Pd |
| Sekolah | : SD Al Azhar 1 Bandar Lampung |
| Mata Pelajaran | : Tahfidz Qur'an |
| Kelas | : IV SD |
| Materi | : Menulis, Membaca, dan Membedakan Huruf Hijaiyah Bersambung |
🎯 Informasi Umum
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase B, Menulis, membaca dan membedakan huruf hijaiyah bersambung. (Sesuai Capaian Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti elemen Al-Qur'an-Hadis, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu menyebutkan dan menuliskan huruf-huruf hijaiyah secara terpisah dengan benar.
- Peserta didik mampu membaca huruf hijaiyah berharakat (fathah, kasrah, dammah, sukun, dan tanwin) dengan tepat.
- Peserta didik mampu menulis huruf hijaiyah bersambung sesuai posisi (awal, tengah, akhir) dengan benar.
- Peserta didik mampu membaca huruf hijaiyah bersambung yang berharakat dengan lancar.
- Peserta didik mampu menganalisis dan membedakan perubahan bentuk huruf hijaiyah saat berdiri sendiri maupun saat disambung.
👋 Salam Pembuka
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, anak-anak soleh dan solehah! 🌸
Semoga hari ini kalian sehat, semangat, dan siap belajar dengan hati yang gembira ya. Sebelum kita mulai, mari kita ucapkan basmalah bersama-sama:
"Bismillahirrahmanirrahim"
Anak-anak, hari ini kita akan memperdalam kemampuan menulis dan membaca huruf hijaiyah, termasuk saat huruf-huruf itu disambung menjadi sebuah kata. Kemampuan ini sangat penting sebagai dasar untuk membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar.
1. Huruf Hijaiyah dan Cara Menulisnya
Huruf hijaiyah berjumlah 29 huruf, yang menjadi dasar penulisan Al-Qur'an. Berikut huruf-huruf hijaiyah beserta namanya:
Cara menulis huruf hijaiyah dimulai dari kanan ke kiri, berbeda dengan huruf Latin. Latihan menulis dilakukan dengan memperhatikan bentuk dasar setiap huruf sebelum mempelajari bentuk sambungnya.
2. Harakat pada Huruf Hijaiyah dan Cara Membacanya
- Fathah ( َ ) — dibaca "a", contoh: بَ = ba
- Kasrah ( ِ ) — dibaca "i", contoh: بِ = bi
- Dammah ( ُ ) — dibaca "u", contoh: بُ = bu
- Sukun ( ْ ) — huruf mati, tidak berbunyi vokal, contoh: بْ = b
- Tanwin (ً ٍ ٌ) — dibaca "an", "in", "un", contoh: بًا = ban, بٍ = bin, بٌ = bun
🎬 Tonton video pembelajaran huruf hijaiyah dan harakat berikut ini:
🧠 Asesmen Bernalar Kritis — Pertemuan Pertama
- Perhatikan huruf ب، ت، ث. Ketiganya memiliki bentuk dasar yang mirip. Menurutmu, apa yang membedakan cara membaca ketiga huruf tersebut? Jelaskan alasanmu!
- Jika sebuah huruf hijaiyah tidak diberi harakat sama sekali, menurutmu apa yang akan terjadi saat huruf itu dibaca? Berikan alasanmu berdasarkan apa yang sudah kamu pelajari tentang harakat.
- Perhatikan dua kata berikut: بَ (dengan fathah) dan بِ (dengan kasrah). Menurutmu, mengapa perbedaan tanda kecil di atas/bawah huruf bisa mengubah bunyi bacaan secara keseluruhan? Jelaskan dengan bahasamu sendiri.
- Tuliskan 3 huruf hijaiyah pilihanmu, masing-masing dengan harakat fathah, kasrah, dan dammah, lalu jelaskan cara membacanya kepada teman sebangkumu.
Panduan penilaian guru
Fokus penilaian bukan hanya pada jawaban benar/salah, tetapi pada kemampuan siswa menjelaskan alasan (reasoning) di balik jawabannya. Berikan apresiasi pada siswa yang mampu mengaitkan bentuk huruf dengan cara pengucapan secara logis.
1. Cara Menulis Huruf Hijaiyah Bersambung
Sebagian besar huruf hijaiyah dapat berubah bentuk jika disambung dengan huruf lain, tergantung posisinya di awal, tengah, atau akhir kata. Namun ada 6 huruf yang tidak bisa disambung dengan huruf sesudahnya, yaitu ا، د، ذ، ر، ز، و. Contoh perubahan bentuk huruf ba (ب) dan mim (م):
| Huruf | Sendiri | Di Awal | Di Tengah | Di Akhir |
|---|---|---|---|---|
| Ba | ب | بـ | ـبـ | ـب |
| Mim | م | مـ | ـمـ | ـم |
Contoh huruf hijaiyah bersambung menjadi kata: كَتَبَ (kataba - ia telah menulis), مَكْتَبٌ (maktabun - meja/kantor).
2. Cara Membaca Huruf Hijaiyah Bersambung dengan Harakat
Saat huruf hijaiyah sudah tersambung menjadi kata, setiap huruf tetap dibaca sesuai harakatnya masing-masing, namun diucapkan secara bersambung tanpa jeda, sehingga membentuk satu bunyi kata yang utuh. Contoh:
قَلَمٌ
qa-la-mun dibaca menyambung menjadi "qalamun" (pena)
Latihan membaca huruf bersambung sebaiknya dilakukan secara bertahap: dari suku kata sederhana, kemudian kata utuh, lalu potongan ayat pendek.
🎬 Tonton video cara menulis dan membaca huruf hijaiyah bersambung berikut ini:
🧠 Asesmen Bernalar Kritis — Pertemuan Kedua
- Mengapa huruf ا، د، ذ، ر، ز، و tidak bisa disambung dengan huruf sesudahnya, sedangkan huruf lain bisa? Menurutmu, apa yang akan terjadi jika semua huruf hijaiyah bisa disambung tanpa aturan tersebut?
- Perhatikan kata كَتَبَ. Coba pisahkan kata tersebut menjadi huruf-huruf tunggal beserta harakatnya, lalu jelaskan mengapa bentuk hurufnya berubah saat bersambung dibandingkan saat berdiri sendiri.
- Bandingkan dua kata berikut: مَكْتَبٌ dan كَتَبَ. Menurutmu, apa perbedaan cara membaca huruf mim di awal kata dan huruf ba di tengah kata? Jelaskan berdasarkan posisi hurufnya.
- Buatlah satu kata baru (boleh dari kosakata yang kamu ketahui) menggunakan minimal 4 huruf hijaiyah bersambung, lengkap dengan harakatnya, lalu jelaskan cara membacanya kepada teman sekelompokmu.
Panduan penilaian guru
Asesmen ini mendorong siswa berpikir tentang pola dan aturan (bukan sekadar hafalan), yaitu mengapa huruf tertentu tidak bisa disambung dan bagaimana posisi huruf memengaruhi bentuknya. Nilai kemampuan bernalar siswa dalam menjelaskan hubungan sebab-akibat pada perubahan bentuk huruf.
🌙 Penutup
Refleksi: Anak-anak, hari ini kita telah belajar tentang huruf hijaiyah, harakat, dan cara menulis serta membaca huruf hijaiyah bersambung. Kemampuan ini adalah pondasi penting sebelum kita bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Sudahkah kalian memahami mengapa bentuk huruf hijaiyah bisa berubah saat disambung?
Kesimpulan: Huruf hijaiyah memiliki bentuk yang berbeda-beda tergantung posisinya (berdiri sendiri, awal, tengah, atau akhir kata), kecuali 6 huruf yang tidak bisa disambung. Harakat menentukan cara membaca setiap huruf, dan pemahaman ini menjadi dasar penting untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil.
🔥 Motivasi:
Teruslah berlatih membaca dan menulis huruf hijaiyah setiap hari, karena semakin sering berlatih, semakin lancar bacaan Al-Qur'an kita nanti. "Practice makes perfect — the more you practice, the better you become!" 💪
🤲 Doa Penutup Majelis:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌙
See you in the next lesson, sholih sholihah! 👋
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai jumpa di pelajaran berikutnya, anak-anak soleh dan solehah! 🌟📖

Komentar
Posting Komentar