PELAJARAN PAI KELAS 4C BAB 1 QS AL HUJURAT:13 (SELASA 01/09/2026)

📖 Menulis dan Menghafal Q.S. Al-Hujurāt/49:13

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 4A & 4B

Nama Guru: Ani Jailani, M.Pd
Sekolah: SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas: 4 Zainab
Materi: Menulis dan Menghafal Q.S. Al-Hujurāt/49:13

🎯 Informasi Umum

Capaian Pembelajaran:
Murid mampu membaca, menulis, dan membedakan huruf hijaiah bersambung; menghafal dan menjelaskan beberapa surah pendek, hadis tentang kewajiban salat, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu menulis dan menghafal Q.S. Al-Hujurāt/49:13 dengan tartil dan benar.

🧩 Metode dan Media Pembelajaran

Metode:
  • Talqin-tikrar (guru membaca per penggalan, murid menirukan berulang)
  • Demonstrasi menulis huruf hijaiah bersambung (imla')
  • Drill/latihan menulis terbimbing
  • Muraja'ah berpasangan dengan teman sebangku
  • Diskusi reflektif tentang makna keberagaman
  • Tanya jawab interaktif
Media:
  • Video pembelajaran/murottal Q.S. Al-Hujurāt ayat 13
  • Papan tulis untuk contoh huruf sambung
  • Buku tulis Arab/imla' bergaris hijaiah
  • Kartu penggalan ayat untuk talqin-tikrar
  • Poster/gambar tema keberagaman suku dan bangsa

🌤️ Salam Pembuka

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, anak-anak sholih dan sholihah! 🌟 Semoga hari ini kalian selalu diberi kesehatan dan semangat belajar, ya!

🇬🇧 Hi everyone, how are you?
(Hai semuanya, apa kabar?)

Welcome to our Islamic Religious Education lesson.
(Selamat datang di pelajaran Pendidikan Agama Islam.)

Let's begin today's lesson by reciting the Basmalah.
(Mari kita buka pembelajaran hari ini dengan membaca basmalah.)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Anak-anak, pernahkah kalian punya teman yang berbeda suku, daerah asal, atau warna kulit denganmu? Islam mengajarkan bahwa perbedaan itu bukan alasan untuk saling merendahkan, justru menjadi cara kita untuk saling mengenal dan menghargai. Nah, hari ini kita akan belajar ayat istimewa tentang hal itu, yaitu Q.S. Al-Hujurāt ayat 13.

📚 Materi Pembelajaran

1. Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Menurut riwayat yang disebutkan, ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa pada masa pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah). Saat itu, sahabat Bilal bin Rabah, seorang muazin (pengumandang azan) pada zaman Nabi Muhammad ﷺ, naik ke atas Ka'bah untuk mengumandangkan azan. Sebagian orang yang masih memandang derajat manusia dari keturunan dan warna kulit merasa keberatan, karena Bilal adalah seorang mantan budak berkulit hitam.

Ada pula riwayat lain yang menyebutkan peristiwa serupa terkait Abu Hind, seorang bekas budak yang bekerja sebagai tukang bekam (pengobatan tradisional). Sebagian orang meremehkan kedudukannya karena pekerjaan dan latar belakangnya.

Melihat sikap yang membeda-bedakan derajat manusia berdasarkan suku, keturunan, atau pekerjaan itu, Allah SWT menurunkan Q.S. Al-Hujurāt ayat 13 untuk menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan oleh suku, bangsa, atau status sosial, melainkan oleh ketakwaannya.

Sumber rujukan: NU Online (islam.nu.or.id), dengan mengutip kitab Asbabul Nuzul karya Muchlis M. Hanafi (ed.), terbitan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama RI.

2. Video Pembelajaran

Ayo simak video berikut untuk membantu kita membaca dan memahami Q.S. Al-Hujurāt ayat 13 dengan tartil!

3. Menulis Q.S. Al-Hujurāt/49:13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Latin:
"Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ūbaw wa qabā'ila lita'ārafū, inna akramakum 'indallāhi atqākum, innallāha 'alīmun khabīr."

Artinya:
"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

📝 Tugas Menulis: Salinlah ayat di atas pada buku tulis Arab kalian dengan huruf yang rapi dan sambung, lalu berilah harakat yang benar. Jangan lupa perhatikan sambungan huruf hijaiyahnya, ya!

4. Menghafal Q.S. Al-Hujurāt/49:13

Untuk memudahkan hafalan, ikuti langkah talqin-tikrar berikut bersama Guru:

  1. Dengarkan Guru membaca ayat per penggalan (talqin).
  2. Tirukan bacaan secara bersama-sama (tikrar), diulang minimal 3 kali per penggalan.
  3. Gabungkan penggalan ayat sedikit demi sedikit hingga menjadi satu ayat utuh.
  4. Lakukan muraja'ah (mengulang hafalan) secara berpasangan dengan teman sebangku.
  5. Setor hafalan kepada Guru secara mandiri di akhir pembelajaran.

5. Hukum Ghunnah

a. Pengertian
Secara bahasa, ghunnah berarti dengung. Secara istilah dalam ilmu tajwid, ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari pangkal hidung (khaisyum) ketika melafalkan huruf tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab tajwid klasik seperti Tuhfatul Athfal karya Syekh Sulaiman al-Jamzuri dan Al-Burhan fi Tajwid Al-Qur'an karya Syekh Muhammad Shadiq Qamhawi.

b. Huruf Ghunnah
Ghunnah wajib dibaca pada dua huruf, yaitu mim bertasydid (مّ) dan nun bertasydid (نّ). Kedua huruf ini secara alami memiliki sifat dengung, namun dengungnya menjadi lebih jelas dan wajib ditegaskan ketika bertasydid.

c. Cara Membaca
Huruf mim atau nun yang bertasydid dibaca dengan cara didengungkan melalui hidung dan ditahan selama kurang lebih dua harakat (dua ketukan), tidak boleh dibaca terlalu pendek maupun berlebihan. Sebagaimana disebutkan dalam nazham Tuhfatul Athfal, mim dan nun yang bertasydid harus didengungkan dan diberi nama huruf ghunnah.

d. Contoh Ghunnah pada Q.S. Al-Hujurāt/49:13

  • النَّاسُ (an-nās) — nun bertasydid
  • إِنَّا (innā) — nun bertasydid
  • خَلَقْنَاكُم مِّن (khalaqnākum min) — mim bertasydid, hasil idgham bighunnah antara nun sukun dan mim
  • إِنَّ (inna, muncul dua kali dalam ayat ini) — nun bertasydid

Sumber rujukan: kitab tajwid Tuhfatul Athfal (Syekh Sulaiman al-Jamzuri) dan Al-Burhan fi Tajwid Al-Qur'an (Syekh Muhammad Shadiq Qamhawi), sebagaimana dirangkum dalam berbagai referensi pembelajaran tajwid yang mengacu pada kedua kitab tersebut.

📝 Latihan: Cobalah temukan dan lingkari huruf-huruf yang mengandung hukum ghunnah pada ayat Q.S. Al-Hujurāt/49:13 di buku tulis kalian, lalu berlatih membacanya dengan dengung yang tepat!

✏️ Asesmen

  1. C1 – Mengingat
    Sebutkan nama surah dan nomor ayat yang telah kita pelajari hari ini!
  2. C1 – Mengingat
    Tuliskan kembali lafal Arab dari penggalan ayat yang berarti "dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku"!
  3. C2 – Memahami
    Jelaskan dengan kalimatmu sendiri, apa yang dimaksud dengan "orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa"?
  4. C2 – Memahami
    Mengapa Allah SWT menciptakan manusia berbeda-beda suku dan bangsa? Jelaskan alasannya berdasarkan ayat yang sudah dipelajari!
  5. C3 – Menerapkan
    Berikan satu contoh sikap yang mencerminkan pengamalan Q.S. Al-Hujurāt/49:13 dalam kehidupan sehari-hari di sekolah!

🤲 Penutup

Refleksi: Coba tanyakan pada diri kalian sendiri, apakah selama ini kita pernah membeda-bedakan teman karena asalnya, sukunya, atau kondisinya? Mulai sekarang, mari kita saling menghargai setiap perbedaan sebagai anugerah dari Allah SWT.

Kesimpulan: Q.S. Al-Hujurāt ayat 13 mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda suku dan bangsa agar saling mengenal, bukan untuk saling merendahkan. Kemuliaan seseorang di hadapan Allah diukur dari ketakwaannya, bukan dari asal-usul atau statusnya.

Motivasi: Anak-anak sholih dan sholihah, jadilah pribadi yang rendah hati, ramah kepada siapa saja, dan bangga dengan keberagaman yang ada di sekitar kita. Semoga kalian semua menjadi anak yang berakhlak mulia dan disayang Allah SWT. Aamiin!

Do'a Penutup Majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

"Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik."

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌙

📝 Kolom Refleksi Guru

Refleksi: Kombinasi video murottal, latihan menulis terbimbing, dan pengenalan hukum ghunnah secara langsung pada ayat yang dipelajari cukup membantu murid memahami keterkaitan antara tulisan, hafalan, dan tajwid. Namun, waktu praktik membaca dengung masih terbatas sehingga sebagian murid belum benar-benar merasakan perbedaan bacaan ber-ghunnah dan tidak.

Tindak Lanjut: Guru akan mengadakan sesi drill khusus membaca ghunnah pada pertemuan berikutnya dengan contoh-contoh tambahan dari surah lain, serta memberikan pendampingan individual bagi murid yang masih memerlukan bimbingan dalam menulis dan menghafal.

📌 Kolom Kesimpulan

Kesimpulan: Secara umum, kegiatan pembelajaran menulis dan menghafal Q.S. Al-Hujurāt/49:13 di Kelas 4 Zainab berjalan lancar dan mencapai sebagian besar tujuan pembelajaran. Pemahaman awal terhadap hukum bacaan ghunnah sudah terbentuk, namun praktik dengungnya masih perlu diperkuat pada pertemuan selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISI KISI SAS PAI SEMESTER GANJIL KELAS 1

PELAJARAN PAI KELAS 1 ABU BAKAR BAB 10 (06/05/2026)

PELAJARAN B. ARAB KELAS 3. (05/05/2026)